Beranda > berita dan informasi penerbangan, Berita Penerbangan > Identitas Penumpang Tak Diperiksa

Identitas Penumpang Tak Diperiksa

Identitas Penumpang Tak Diperiksa

PONTIANAK–Tingginya harga tiket angkutan udara dari Pontianak membuat gerah banyak kalangan. Mereka mendesak pembenahan sistem administrasi penjualan tiket pesawat di Bandar Udara Supadio Pontianak. “Harga tiket di Bandara Supadio Pontianak sudah tidak terkendali lagi, selalu tinggi,” kata Goentomo Ibrahim, pensiunan PNS yang kerap bepergian menggunakan pesawat, di Pontianak, kemarin (9/9).

Dia mendesak Dinas Perhubungan Kalbar, PT Angkasa Pura II dan maskapai penerbangan untuk mengambil sikap terhadap permasalahan tersebut. “Harus konsekuen dan berkelanjutan. Gencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk membeli tiket melalui maskapai penerbangan, travel agen resmi, bukan lewat calo,” ujarnya.Selain itu, lanjut dia, pihak bandara harus benar-benar menerapkan sistem identifikasi penumpang.

Artinya, nama yang tercantum dalam tiket harus sama dengan kartu identitas penumpang yang sebenarnya. “Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, diantaranya menyiratkan bahwa penumpang yang namanya tidak sama seperti tercantum dalam tiket harus ditolak untuk terbang,” tandas dia. “Kalau ini diterapkan dengan benar, tentu tidak ada calo,” sambungnya.

“Penertiban kawasan bandara yang berkaitan dengan keberadaan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, tidak jelas statusnya sebagai penjual tiket dengan harga yang melampaui batas standar harga yang telah ditentukan pemerintah,” ucapnya. Sejauh ini hanya maskapai Garuda Indonesia yang menerapkan pemeriksaan KTP penumpang di Bandara Supadio.

Menurut dia, pemicu lain tingginya harga tiket adalah terbatasnya ketersediaan pesawat yang melayani rute Pontianak-Jakarta dan sebaliknya, terutama dibandingkan dengan jumlah masyarakat pengguna jasa penerbangan. “Ini diperparah dengan banyaknya kepentingan-kepentingan oknum yang memanfaatkan momen peak season itu untuk kepentingan pribadi”. Kata dia, sepertinya saat ini belum ada niat sungguh-sungguh dari pihak pemerintah, bandara, dan maskapai dalam problem ini.

Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Bambang Sridadi sebelumnya juga mengeluhkan harga tiket yang melambung. “Sudah mahal, itu pun harus menunggu tanpa kepastian,” katanya. Bambang menceritakan, ada seorang pejabat pusat saat berkunjung ke Kalbar, ketika pulang ke Jakarta terpaksa menggunakan tiket atas nama orang lain karena melalui penjualan resmi masuk daftar tunggu.

Kalbar termasuk rute gemuk penerbangan dimana sepanjang tahun terjadi berkali-kali peak season. Dimulai dari perayaan hari besar Natal, Tahun Baru, Cap Go Meh, sembahyang kubur bagi warga Tionghoa, liburan sekolah, awal Ramadan, Lebaran, sembahyang kubur dan bertemu kembali dengan Natal. Belum lagi adanya even-even berskala nasional dan internasional yang diselenggarakan di wilayah Kalbar.(ars)

sumber :
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=115694

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: