Beranda > Berita Airasia, informasi airasia > Thai AirAsia Ramping dan Makin Agresif

Thai AirAsia Ramping dan Makin Agresif

Home > Berita > Thai AirAsia Ramping dan Makin Agresif


inilah.com

INILAH.COM, Bangkok – Tetap kecil dan fleksibel dalam operasi bisnis adalah mantra yang membuat AirAsia menggapai rekor yang solid sebagai penerbangan berbiaya murah selama sembilan tahun.

Namun, menurut CEO Thai AirAsia Tasson Bijleveld, tidak ada yang kecil dalam ambisi maskapai ini. Apa pun rencana bisnis yang dibuat, tetaplah mempertahankan pendapatan dan pertumbuhan laba minimal 20 persen per tahun. Nyatanya hanya dalam lima tahun, perusahaan ini sudah melampaui jumlah penumpang Thai Airways International yang membawa panji Kerajaan Thailand itu.

“Pesaing di kawasan Asean? Kita tidak punya pesaing. Kita hanya melihat persaingan yang tak seberapa di pasar domestik. Secara regional Tiger Airways-lah yang menjadi pesaing penting kami, namun mereka harus menyelesaikan masalah internalnya sendiri,” ujar Bijleveld dengan percaya diri kepada The Nation, kemarin (13/5) di Bangkok.

Didirikan pada 2003 sebagai maskapai penerbangan berbiaya murah yang berbasis di Malaysia, Thai AirAsia telah menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Pada kuartal pertama tahun ini, load factor-nya naik 87 persen dibanding 84 persen pada periode yang sama tahun lalu. Maskapai ini menerbangkan 17 persen penumpang lebih banyak daripada tahun lalu, menjadi sekitar 2,13 juta penumpang dibanding 1,82 juta penumpang pada kuartal pertama tahun lalu.

Dengan slogan “Now Everyone Can Fly”, maskapai ini mengklaim menguasai 63 persen pasar domestik pada penerbangan mingguannya dengan tujuan kawasan regional. Menurut Bijleveld, maskapainya melihat banyak peluang untuk mengembangkan bisnis di pasar domestik maupun regional.

Thailand kini memiliki lapangan terbang yang layak didarati jet penumpang di 22 provinisi. Thai AirAsia hanya menerbangi 12 destinasi di Thailand. Yang terbuka untuk didarati Thai AirAsia di Thailand termasuk provinsi Lampang, Nan dan Loei.

Juga banyak destinasi penerbangan yang bisa dijelajah dalam penerbangan empat jam dari Thailand, termasuk Siem Reap (Kamboja), Vientiane (Laos), Maladewa, Hainan dan Naning di China, serta Kathmandu (Nepal).

Sementara terus melebarkan sayap, Thai AirAsia senantiasa mempertahankan kerampingan dalam aset dan belanja. Dalam sembilan tahun operasinya, maskapai ini membeli 24 pesawat leasing yang sebagian besar dibiyainya sendiri, sehingga utangnya tidak menumpuk dan membenani.

Konsep ramping dalam operasinya, membuat Thai AirAsia menjadi agresif mengembangkan jalur penerbangannya. Kalau Anda berada airport Suvarnabhumi di Bangkok, jangan heran bila Anda menyaksikan 92 penerbangan AirAsia yang take-off setiap hari ke segala tujuan.

sumber :
http://web.inilah.com/read/detail/1861017/thai-airasia-ramping-dan-makin-agresif

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: