Beranda > berita dan informasi penerbangan > Realisasi Rute Radin Inten II-Changi Diragukan

Realisasi Rute Radin Inten II-Changi Diragukan

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Rencana dibukanya rute penerbangan Bandara Radin Inten II (Lampung)-Changi (Singapura) ditanggapi pesimistis oleh beberapa maskapai. Salah satu alasannya, hingga kini Bandara Radin Inten II belum siap menjadi bandara internasional.

“Market rute penerbangan ini juga tidak potensial. Arus lalu lintas (penumpang) dari Lampung ke Singapura dan sebaliknya belumlah tinggi,” ujar Branch Manager Batavia Air Distrik Lampung Yunianto kala dihubungi Tribun, Rabu (25/4).

Menurut dia, saat ini jumlah penumpang dari Lampung menuju Singapura belum begitu potensial. Sebagai salah satu indikator, penerbangan Lampung-Batam yang dilayani oleh Batavia Air saja mengalami penurunan.
Jika sebelumnya frekuensi lima flight dalam seminggu, pihak maskapai menguranginya menjadi tiga flight saja.

Hal itu disebabkan biaya yang dikeluarkan maskapai tidak sesuai dengan pemasukan yang diterima.
Yunianto menceritakan, sebenarnya izin dari Kementerian Perhubungan untuk rute Lampung-Batam adalah setiap hari. Tetapi, karena load factor-nya di bawah 60 persen, maka frekuensinya hanya berjumlah seperti sekarang dengan hari penerbangan Selasa, Kamis, dan Minggu.

Pesimistis serupa diungkapkan Head Marketing Tour and Travel Multiplus Henny Verita. Perempuan lincah ini bahkan kaget saat dikonfirmasi Tribun Lampung apakah benar akan segera beroperasi rute Raden Intan-Changi. “Kamu dapat berita dari mana,” ujarnya.

Sebagai pengelola Tour and Travel yang selalu melayani pemesanan tiket, Henny tak henti berkutat dengan informasi sistem penerbangan setiap hari. Jika memang positif segera berlangsung, maka dalam sistem akan muncul rute ini, seperti saat Lion Air yang tahun lalu membuka rute Lampung-Jakarta. Beberapa minggu sebelumnya Henny telah menginformasikan kepada Tribun Lampung.

Atas kepisimisan tersebut, dirinya berujar berbagai kelengkapan bandara internasional setidaknya harus segera dipenuhi. “Logikanya seperti ini, kalau orang Indonesia mau ke luar negeri kan harus pakai passport sedangkan di Lampung belum ada petugas Imigrasi, bagaimana bisa meninggalkan tanah air,” tuturnya.

Dituturkan Henny, sebelumnya ada inovasi dari masakapai Garuda Indonesia rute Jepang-Jakarta, petugas imigrasi ada di dalam pesawat, sehingga orang Jepang yang mau ke Indonesia bisa melakukan prosedur keimigrasian di dalam pesawat dan saat mendarat penumpang tak perlu lewat imigrasi.

“Selain itu ada juga layanan-layanan unik di Jakarta yang memberikan fast track seperti Shapire, urusan keimigrasian diurus secara cepat, mereka pengguna layanan ini orang-orang kaya tuh,” tuturnya.

Kemungkinan penerapan keimigrasian di dalam pesawat untuk rute Lampung-Singapura, diucapkan Henny secara tegas bahwa Lampung masih belum maju menuju arah tersebut, terlebih statusnya sejauh ini yang hanya bandara domestik melayani penerbangan di Indonesia, sehingga tak memerlukan kelengkapan imigrasi.(anas)

sumber :
http://www.tribunnews.com/2012/04/26/realisasi-rute-radin-inten-ii-changi-diragukan

http://www.tribunnews.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: